UN Perlu Perbaikan Metodelogi dan Nilai Kelulusan


Meskipun hingga saat ini pelaksanaan Ujian Nasional (UN) masih mendapat penolakan dari sejumlah daerah di Indonesia, tapi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tetap bersikukuh untuk menggelar UN di tahun depan.
“UN tetap akan kita gelar di tahun depan. Pasalnya, kalau UN tidak digelar, tidak ada alat pengganti UN sebagai standar mutu kelulusan,” ujar Kepala Bidang Analisis dan Informasi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Haris Setiadi usai Dialog Publik Kemendiknas dengan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, di Lapangan Merdeka, Kamis (5/8).
Diakuinya, meskipun UN sangat berpeluang besar untuk tetap dilakukan tahun depan. Namun, tetap saja keputusan akhir berada di tangan DPR RI. Selama ini, banyak pihak menolak penyelenggaraan UN.
“Di Medan sendiri komunitas air mata guru berulangkali menyurati Kemendiknas untuk menolak penyelenggaraan UN. Namun, di pihak lain tidak semua menolak penyelenggaraan UN. Sebab UN itu penting, hanya tinggal lagi bagaimana standar pelaksanaannya termasuk metodeloginya,” terang Haris.
Untuk pelaksaan UN tahun depan yang terpenting adalah perbaikan dari segi metodelogi pelaksanaan dan perhitungan nilai kelulusan. Begitupun, Haris belum dapat memastikan apakah di tahun depan pemerintah akan meningkatkan atau menurunkan standar nilai kelulusan.
Dari kajian standar nilai kelulusan di tahun ini, tidak akan mungkin lagi standar nilai kelulusan untuk dinaikkan. Sebab dilihat dari hasil UN tahun lalu, sepertinya standar nilai UN di tahun depan tidak akan dinaikkan.
Pasalnya untuk standar nilai yang sekarang saja masih banyak sekolah yang belum bisa mencapainya.
Meski pelaksanaan UN diakui Haris belum seperti yang diinginkan tetapi pemerintah masih menjadikan UN sebagai dasar untuk melihat pemerataan pendidikan di Indonesia. Sehingga bagi daerah yang nilai kelulusan UNnya rendah, pemerintah akan mengupayakan perbaikan seperti sertifikasi guru, pengadaan laboratorium dan penyediaan buku-buku pelajaran.
Dijelaskannya, untuk UN ke depannya perlu perbaikan-perbaikan dan yang terutama dalam pelaksanaannya harus lebih kredibel dan jujur.

Next home